Mariaban, si hewan bulu perindu
Kamis, 06 November 2014
Rabu, 05 November 2014
kesenian musik kuriding
Kalimantan Selatan banyak memiliki keragaman budaya yang unik dan menarik, salah satunya adalah musik tradisional. Sayangnya dari tahun ketahun seniman musik tradisional ini kian sedikit karena sedikitnya peminat yang tertarik untuk melestarikannya. Kebanyakan pemain adalah orang-orang tua yang dulu mendapatkan keahlian dari turun temurun dan bertahan hingga kini. Kemajuan jaman dan teknologi serta perkembangan berbagai musik moderen seakan menghapus kesenian musik tradisional dari ingatan kita sehingga keberadaanya pun seakan terlupakan. Salah satunya adalah kesenian musik tradisional Kalsel yang diberi nama Kuriding.
Kalimantan Selatan banyak memiliki keragaman budaya yang unik dan menarik, salah satunya adalah musik tradisional. Sayangnya dari tahun ketahun seniman musik tradisional ini kian sedikit karena sedikitnya peminat yang tertarik untuk melestarikannya. Kebanyakan pemain adalah orang-orang tua yang dulu mendapatkan keahlian dari turun temurun dan bertahan hingga kini. Kemajuan jaman dan teknologi serta perkembangan berbagai musik moderen seakan menghapus kesenian musik tradisional dari ingatan kita sehingga keberadaanya pun seakan terlupakan. Salah satunya adalah kesenian musik tradisional Kalsel yang diberi nama Kuriding.
![]() |
| Alat Musik Kuriding |
LEGENDA “OLOH BAKAS DENGAN BANGKUIS” – Orang tua dengan bangkuis – SEJARAH KUNTAU BANGKUI
Sekitar abad ke-5,dikisahkan ada orang tua yang sedang berburu di lebatnya hutan Kalimantan Tengah, ditengah perburuannya itu ia bertemu dengan sekawanan monyet berekor pendek, dengan dada yang tebal dan bulu berwarna coklat kemerahan atau yang disebut dengan “bangkuis” – Beruk. Didorong oleh insting berburunya, orang tua ini melemparkan “lundju” – tombaknya ketengah-tengah kawanan monyet ini.
Monyet ini anehnya dapat mengantisipasi lemparan tombak ini dan dapat lolos dengan gerakan yang terencana. Penasaran dengan ini lalu pemburu ini melemparkan kembali tombak yang lain, lagi-lagi dengan gerakan yang pandai & lincah monyet ini dapat menghindar dari serangan tombaknya kemudia berlarian menyebar. Pemburu ini kebingungan dan kemudian melarikan diri.
Ketika melihat pemburu ini melarikan diri, para monyet kembali dengan semua kekuatan kawanannya untuk menyerang sang pemburu. Karena tombaknya sudah tidak ada, pemburu ini lalu mengambil mandaunya untuk menyerang, seperti sebelumnya dengan lincah dan cerdas monyet ini dapat menghindari setiap sabetan Mandau pemburu ini dan berkumpul di pepohonan.
Kemudian orang tua ini mengambil “damek” – anak sumpit dari Telepnya (wadah anak sumpit), mencoba untuk menyumpit monyet ini, sekali lagi monyet-monyet ini dapat menghindarinya.
Singkat cerita orang tua ini kemudian memikirkan setiap gerakan bangkuis ini, bahwa monyet-monyet ini tidak hanya luar biasa gesit dan cepat, tetapi para mereka juga telah mengembangkan sistem pertahanan yang terencana, yaitu menghindar,menyerang, mundur dan menghindar. Ia menyadari bahwa setiap kali ia melarikan diri maka para monyet akan menyerang balik. Dari sinilah ia kemudian mengembangkan sistem bela diri yang memiliki filosopi yang sama dengan para bangkuis
Kuntau Bangkaui adalah perpaduan seni dan olah tubuh. Kuntau bangkui mampu mengubah bobot tubuh dan mengatur tubuh sehingga mampu mengubah yang lemah menjadi kuat, yang gemuk menjadi tegap dan kekar.
Sekitar abad ke-5,dikisahkan ada orang tua yang sedang berburu di lebatnya hutan Kalimantan Tengah, ditengah perburuannya itu ia bertemu dengan sekawanan monyet berekor pendek, dengan dada yang tebal dan bulu berwarna coklat kemerahan atau yang disebut dengan “bangkuis” – Beruk. Didorong oleh insting berburunya, orang tua ini melemparkan “lundju” – tombaknya ketengah-tengah kawanan monyet ini.
Monyet ini anehnya dapat mengantisipasi lemparan tombak ini dan dapat lolos dengan gerakan yang terencana. Penasaran dengan ini lalu pemburu ini melemparkan kembali tombak yang lain, lagi-lagi dengan gerakan yang pandai & lincah monyet ini dapat menghindar dari serangan tombaknya kemudia berlarian menyebar. Pemburu ini kebingungan dan kemudian melarikan diri.
Ketika melihat pemburu ini melarikan diri, para monyet kembali dengan semua kekuatan kawanannya untuk menyerang sang pemburu. Karena tombaknya sudah tidak ada, pemburu ini lalu mengambil mandaunya untuk menyerang, seperti sebelumnya dengan lincah dan cerdas monyet ini dapat menghindari setiap sabetan Mandau pemburu ini dan berkumpul di pepohonan.
Kemudian orang tua ini mengambil “damek” – anak sumpit dari Telepnya (wadah anak sumpit), mencoba untuk menyumpit monyet ini, sekali lagi monyet-monyet ini dapat menghindarinya.
Singkat cerita orang tua ini kemudian memikirkan setiap gerakan bangkuis ini, bahwa monyet-monyet ini tidak hanya luar biasa gesit dan cepat, tetapi para mereka juga telah mengembangkan sistem pertahanan yang terencana, yaitu menghindar,menyerang, mundur dan menghindar. Ia menyadari bahwa setiap kali ia melarikan diri maka para monyet akan menyerang balik. Dari sinilah ia kemudian mengembangkan sistem bela diri yang memiliki filosopi yang sama dengan para bangkuis
Kuntau Bangkaui adalah perpaduan seni dan olah tubuh. Kuntau bangkui mampu mengubah bobot tubuh dan mengatur tubuh sehingga mampu mengubah yang lemah menjadi kuat, yang gemuk menjadi tegap dan kekar.
Selasa, 04 November 2014
BEKANTAN
Salah satu jenis satwa langka disebut Bekantan (Nasalis larvatus) yang menjadi maskot Kalsel juga hidup di hutan pedalaman Kabupaten barito kuala.
Dihutan pedalaman Kabupaten barito kuala, masih terlihat satwa Bekantan merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi Undang-undang. Penyebaran satwa ini sangat terbatas dan untuk kelangsungan hidupnya memerlukan kondisi tertentu. Dibawah ini diuraikan secara singkat mengenai apa dan bagaimana satwa ini, sehingga kita dapat melangkah untuk menjaga kelestariannya.
Nama-Latin : Nasalis larvatus
Nama-Inggris : Proboscis Monkey
Status : Dilindungi berdasarkan Ordonansi Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 No. 134 dan No. 266 jo UU No. 5 Tahun 1990. Berdasarkan Red Data Book termasuk dalam kategori genting, dimana populasi satwa berada di ambang kepunahan.
Di Kalimantan , jenis kera ini dikenal juga dengan nama Kera Belanda, Pika, Bahara Bentangan, Raseng dan Kahau. Satwa ini merupakan Maskot Propinsi Dati I Kalimantan Selatan (SK Gubernur Kalsel No. 29 Tahun 1990 tanggal 16 Januari 1990).
Penyebaran
Bekantan merupakan kera endemik yang hanya hidup di Kalimantan Selatan, terutama di pinggiran hutan dekat sungai, hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan bakau dan kadang-kadang sampai jauh masuk daerah pedalaman.
Ciri khas
Seperti primata lainnya, hampir seluruh bagian tubuhnya ditutupi oleh rambut (bulu), kepala, leher, punggung dan bahunya berwarna coklat kekuning-kuningan sampai coklat kemerah-merahan, kadang-kadang coklat tua. Dada, perut dan ekor berwarna putih abu-abu dan putih kekuning-kuningan.
Sabtu, 01 November 2014
mamfaat dari gula pasir
mamfaat dari gula pasir
khasiat dari gula pasir tidak hanya untuk meningkatkan enirgi instan, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan funsi otak, menyembuhkan depresi,dan sugar therapy tetapi juga menyambuhkan batuk.
saya dula lama batuk gak sembuh-sembuh tetapi saya gak suka obat sampai teman saya menyuruh untuk menggunakan gula pasir akan tetapi saya tidak percaya begitu saja , setelah saya mencobanya saya langsung sembuh dari batuk.
cara penggunaannya:
1.satu senduk gula pasir
2.lalu masukan kedalam mulut tidak untuk si makan
3.tunggu sampai gula pasirnya meleleh di dalam mulut
4.gula pasir yg meleleh jadi air kamu masukan ke dalam mulut sedikit-sedikit
semoga bermamfaat saya hanya berbagi pengalaman
khasiat dari gula pasir tidak hanya untuk meningkatkan enirgi instan, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan funsi otak, menyembuhkan depresi,dan sugar therapy tetapi juga menyambuhkan batuk.
saya dula lama batuk gak sembuh-sembuh tetapi saya gak suka obat sampai teman saya menyuruh untuk menggunakan gula pasir akan tetapi saya tidak percaya begitu saja , setelah saya mencobanya saya langsung sembuh dari batuk.
cara penggunaannya:
1.satu senduk gula pasir
2.lalu masukan kedalam mulut tidak untuk si makan
3.tunggu sampai gula pasirnya meleleh di dalam mulut
4.gula pasir yg meleleh jadi air kamu masukan ke dalam mulut sedikit-sedikit
semoga bermamfaat saya hanya berbagi pengalaman
Langganan:
Postingan (Atom)


